Are you a member? sign in or take a minute to sign up

Cancel
logo

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Pengadilan Tinggi Bengkulu

Jl. Pembangunan No. 21, Padang Harapan, Bengkulu 38225 Indonesia

E-Learning Mahkamah Agung Republik Indonesia

Komunikasi Data Nasional

Sistem Informasi Kepegawaian

Sistem Informasi Mahkamah Agung Republik Indonesia

Sistem Informasi Penelusuran Perkara / Case Tracking Sistem untuk Pengadilan Tinggi

Sistem Informasi Pengawasan

Berita Mahkamah Agung

Berita Mahkamah Agung

Berikut ini adalah berita terbaru Mahkamah Agung Republik Indonesia

  • Berita Terbaru Mahkamah Agung

    • Hakim Agung Perancis Berkunjung Ke Mahkamah Agung Ri

      jakarta " Humas: Hakim Agung Perancis, Nicolas Maziau Ph.d, Berkunjung Ke Mahkamah Agung Republik Indonesia Selasa (16/4). Kunjungan Nicolas Diterima Langsung Oleh Ketua Mahkamah Agung Republik Indonesia, Prof. Dr. M. Hatta Ali, Sh., Mh, Di Ruang Kerjanya Lt. 13 Gedung Ma. Pada Kesempatan Tersebut Ketua Ma Didampingi Oleh Wakil Ketua Mahkamah Agung Bidang Non Yudisial, Dr. M. Syarifuddin, Sh., Mh., Wakil Ketua Mahkamah Agung Bidang Non Yudisial, Dr. Sunarto, Sh., Mh., Dan Ketua Kamar Pembinaan, Prof. Takdir Rahmadi, Sh., Llm.

      dalam Kunjungannya, Nicolas Dan Hatta Ali Bertukar Informasi Terkait Sistem Kamar Yang Ada Di Ma Masing-masing Negara. Menurut Nicolas Yang Juga Menjabat Sebagai Penasihat Khusus Ketua Ma Perancis Selama Lima Tahun Terakhir, Ma Perancis Memiliki 6 Kamar, Di Mana Masing-masing Kamar Tersebut Terdapat Satu Dekan, Dekan Ini Memiliki Peran Yang Sangat Strategis Di Setiap Kamar Untuk Membantu Hakim Bekerja Di Masing-masing Kamar. Sedangkan Ma Ri, Menurut Hatta Ali Juga Menerapkan Sistem Kamar Dan Memiliki 7 Kamar, Yaitu Kamar Pidana, Kamar Perdata, Kamar Agama, Kamar Tata Usaha Negara, Kamar Militer, Kamar Pembinaan, Dan Kamar Pengawasan.

      perbincangan Terkait Sistem Kamar Berlanjut Ke Acara Diskusi Analisis Komparasi Sistem Pengadilan Kasasi Perancis Dengan Mahkamah Agung Ri Di Ruang Pertemuan Lantai 2. Diskusi Yang Dipimpin Oleh Ketua Kamar Pembinaan Ma, Prof. Takdir Rahmadi, Sh., Llm, Ini Diikuti Oleh Seluruh Pimpinan Ma, Hakim Agung, Para Eselon I Dan Eselon Ii Mahkamah Agung, Para Direktur Pranata Dan Tata Laksana Perkara Ma, Dan Undangan Lainnya. (azh/rs)

    • Persiapan Rencana Rekrutmen Hakim Ad Hoc Pengadilan Perikanan Tahun 2019

      jakarta " Humas : Wakil Ketua Mahkamah Agung Bidang Yudisial Dr. Syariffudin, Sh., Mh Didampingi Ketua Kamar Pidana Dr. Suhadi, Sh.,mh, Hakim Agung, Panitera Mahkamah Agung Serta Panitera Muda Pidana Umum Dan Khusus Melakukan Persiapan Rencana Rekrutmen Hakim Ad Hoc Pengadilan Perikanan Tahun 2019 Dengan Kementerian Kelautan Perikanan Yang Diketuai Oleh Plt. Direktur Jenderal Badan Pengawasan Sumber Daya Kelautan Dan Perikanan,kkp Dr. Agus Suherman, S.pi., M.si,

      pada Hari Senin, 15/4/2019, Bertempat Di Gedung Tower Lantai 2 Mahkamah Agung. (humas/rs)

    • Pokja Bahas Revisi Perma Nomor 3 Tahun 2018 Tentang Administrasi Perkara Di Pengadilan Secara Elektronik

      humas-jakarta: Kelompok Kerja (pokja) Kemudahan Berusaha Mahkamah Agung Menggelar Rapat Revisi Perma Nomor 3 Tahun 2018 Tentang Administrasi Perkara Di Pengadilan Secara Elektronik Pada Tanggal 8-9 April 2019 Di Hotel Mercure Cikini Jakarta Pusat. Rapat Pembahasan Dipimpin Oleh Ym. Hakim Agung Syamsul Maarif, Sh, Ll.m, Ph.d Dan Dihadiri Oleh Para Hakim Agung Kamar Perdata, Sekretaris Ma, Para Direktur Jenderal Badan Peradilan, Pejabat Eselon Ii,iii Dan Iv Pada Biro Perencanaan Dan Biro Hukum Dan Humas, Pejabat Pada Kepaniteraan Ma, Para Asisten Kamar Perdata, Hakim Yustisial Biro Hukum Dan Humas, Dan Tim Asistensi Pembaruan Ma.

      beberapa Isu Yang Dibahas Dalam Revisi Perma Nomor 3 Tahun 2018 Antara Lain Terkait Dengan Mekanisme Persidangan Elektronik, Penyampaian Putusan Secara Elektronik, Penyediaan Layanan Terhadap Pengguna Lain (selain Advokat), Dan Pengaturan Lainnya Yang Diperlukan Untuk Menyempurnakan Proses Layanan Berperkara Secara Elektronik.

      ym. Syamsul Maarif Mengatakan Bahwa Untuk Memenuhi Tuntutan Jaman Saat Ini Perlu Dilakukan Revisi Terhadap Perma Nomor 3 Tahun 2018 Dengan Memasukan Beberapa Ketentuan Tentang Mekanisme Persidangan Secara Elektronik, Untuk Lebih Memberikan Kemudahan Bagi Para Pencari Keadilan Ketika Menjalani Proses Berperkara Di Pengadilan Dalam Perkara Perdata, Perkara Perdata Agama, Perkara Tata Usaha Militer Dan Perkara Tata Usaha Negara.

      selain Itu Modernisasi Peradilan Mengarah Pada Modernisasi Mekanisme Berperkara Dalam Mewujudkan Peradilan Yang Sederhana, Cepat Dan Biaya Ringan. Pada Perma 3 Tahun 2018 Sebelumnya Baru Mengatur Tentang Sistem Administrasi Perkara Secara Elektronik, Sedangkan Revisi Perma Ini Diharapkan Kedepannya Bisa Lebih Revolusioner Yaitu Mampu Mengakomodir Mekanisme, Baik Pada Ranah Administrasi Maupun Teknis Persidangan, Pungkas Ym Syamsul Maarif.

      pada Akhir Rapat, Diputuskan Untuk Dilakukan Rapat-rapat Lanjutan Dalam Rangka Perumusan Dan Pembahasan Revisi Perma Ini Secara Lebih Mendalam, Sehingga Ditargetkan Pada Tahun Ini, Perma Yang Baru Bisa Diberlakukan Pada Pengadilan Diseluruh Indonesia. (dy/rs)

    • Mahkamah Agung Siap Hadapi Pesta Demokrasi

      jakarta " Humas: Kurang Lebih Dua Minggu Lagi Rakyat Indonesia Akan Melaksanakan Pesta Demokrasi Pemilihan Presiden Dan Wakil Presiden, Anggota Dpr-ri, Anggota Dprd Provinsi, Anggota Dprd Kabupaten/kota, Dan Anggota Dpd Secara Bersamaan. Hal Ini Membawa Konsekuensi Dan Dampak Tersendiri Bagi Mahkamah Agung Karena Jika Ada Sengketa Terkait Pemilihan Ini Pasti Akan Sampai Ke Mahkamah Agung (ma).

      menanggapi Hal Tersebut Biro Hukum Dan Humas Mahkamah Agung Melaksanakan Media Gathering Dengan Media Cetak Dan Elektronik Terkait Kesiapan Ma Dalam Menghadapi Pesta Demokrasi Pada Jumat (5/4) Di Ruang Media Centre Harifin A Tumpa Mahkamah Agung.

      ketua Kamar Tata Usaha Negara (tun) Dr. Supandi Sh., M.hum, Sebagai Narasumber Mangatakan Bahwa Ma Siap Kerja Siang Malam Dalam Memberikan Pelayanan Terbaik Terkait Sengketa Pemilu Ini, Ma Sudah Menyiapkan Baik Aturanhukum Acaranya Maupun Hakimnya. Untuk Aturan Hukum Acara Sengketa Pemilu, Sambung Supandi, Ma Telahmengeluarkan Beberapa Peraturan Mahkamah Agung (perma), Yaitu Perma Nomor 4 Tahun 2017 Tentang Tata Cara Penyelesaian Pelanggaran Administatif Pemilihan Umum Di Ma, Perma No 5 Tahun 2017 Tentang Tata Cara Penyelesaian Sengketa Proses Pemilihan Umum Di Pengadilan Tata Usaha Negara, Perma No. 6 Tahun 2017 Tentang Hakim Khusus Dalam Sengketa Proses Pemilihan Umum Di Pengadilan Tun.

      selain Kebijakan Ma Juga Sudah Menyiapkan Hakim-hakim Yang Akan Menangani Perkara-perkara Sengketa Pemilu. Hakim Yang Menangani Kasus-kasus Sengketa Pemilu, Menurut Supandi Adalah Hakim Yang Sudah Dilatih, Dibina, Dan Disertifikasi.hingga Kini Ma Telah Memiliki Hakim Pemilu Untuk Pengadilan Tingkat Pertama Sebanyak 217 Orang, Hakim Pemilu Tingkat Banding 17 Orang, Sedangkan Hakim Untuk Sengketa Pemilihan (pilkada) Di Pengadilan Tingkat Pertama Sebanyak 77 Orang Dan Hakim Pada Tingkat Banding Sebanyak 51 Orang. Saya Sudah Komandokan Kepada Para Hakim Agar Jangan Main-main Dengan Perkara Pemilu. Lakukan Yang Terbaik. Tegassupandi. Proses Penyelesaian Perkara Sengketa Pemilu Ini, Supandi Menekankan Bahwa Hitungannya Tidak Akan Lebih Dari 21 Hari Harus Selesai, Dan Putusannya Harus Dikirim Kepada Para Pihak, Penggugat Dan Kpu.

      dalam Acara Yang Dihadiri Oleh Lebih Dari 50 An Pers Ini Supandi Menjelaskan Bahwa Ada Perbedaan Antara Sengketa Pemilihan Dan Pemilihan Umum (pemilu). Sengketa Pemilihan Adalah Pada Saat Pemilihan Kepala Daerah (pemilihan Gubernur Dan Wakil Gubernur, Bupati Dan Wakil Bupati, Walikota Dan Wakil Walikota). Hal Ini Diatur Dalam Perma Nomor 11 Tahun 2016 Tentang Tata Cara Penyelesaian Sengketa Tun Pemilihan Dan Sengketa Pelanggaran Administrasi Pemilihan. Sedangkan Sengketa Pemilu Diatur Dalam 3 Perma Yang Sudah Dijelaskan Sebelumnya.

      pada Kesempatan Tersebut Juga Supandi Meminta Perhatian Pemerintah Untuk Infrastruktur Teknologi Informasi, Menurutnya Karena Ma Memiliki Putusan-putusan Penting Dan Harus Dijaga Agar Tidak Dimanipulasi Orang, Yang Harus Diupload Agar Segera Diketahui Masyarakat, Ma Memerlukan Infrastruktur, Internet, Data Penyimpanan Yang Besar. Jangan Karena Muatan Putusan Banyak, Websitenya Jadi Ambrol. Kata Supandi. Mengingat Kini Ma Sudah Didukung E-court, Peradilan Berbasis Elektronik, Maka Semua Perkara Termasuk Perkara Pemilu Akan Semakin Cepat Diselesaikan. Kalau Memang Bangsa Ini Menghendaki Memiliki Ma Yang Kuat, Transparan, Efektif, Dan Efesien Dalam Melayani Rakyat, Ma Harus Didukung Infrastruktur Teknologi Informasi Harus Kuat. Terang Supandi.

      selain Supandi, Hadir Juga Ketua Kamar Pidana, Dr. Suhadi, Sh., Mh. Sebagai Narasumber Dan Kepala Biro Hukum Dan Humas, Dr. Abdullah, Sh., Ms., Sebagai Moderator. (azh/rs/photo Pepy)

    • Wkma Non Yud: Kompetensi Dan Integritas Harus Inheren

      jakarta " Humas: Wakil Ketua Mahkamah Agung (wkma) Bidang Non Yudisial, Dr. Sunarto, Sh., Mh. Membuka Secara Resmi Pertemuan Lintas Pemangku Kepentingan Bidang Manajemen Sumber Daya Manusia (sdm) Di Hotel Borobudur Jakarta (4/4). Pertemuan Dengan Tema Kolaborasi Untuk Peningkatan Sdm Di Indonesia Melalui Kelompok Kerja Sdm Multistakeholder Ini Diselenggarakan Oleh Proyek Eu-undp Sustain (support To The Justice Reform In Indonesia). Proyek Eu-undp Sustain Merupakan Proyek Selama Lima Tahun Yang Didanai Oleh Uni Eropa Dan Dilaksanakan Oleh Program Pembangunan Perserikatan Bangsa-bangsa (undp) Indonesia. Proyek Ini Memberikan Dukungan Teknis Bagi Mahkamah Agung Dan Peradilan-peradilan Di Bawahnya Untuk Melaksanakan Pembaruan Peradilan Demi Meningkatkan Transparansi, Integritas, Dan Akuntabilitas Lembaga Peradilan Serta Meningkatkan Kualitas Pelayanan Peradilan Bagi Masyarakat.

      dalam Sambutanya, Sunarto Mengatakan Bahwa Di Zaman Sekarang Ini Di Mana Teknologi Informasi Sudah Sangat Canggih, Sdm Masih Merupakan Faktor Penentu Dalam Setiap Pekerjaan, Dan Menurut Mantan Ketua Kamar Bidang Pengawasan Ma Ini Agar Tidak Terjadi Penyalahgunaan, Sdm Yang Berkompetensi Dan Berintegritas Tetap Harus Dikendalikan. Sunarto Menekankan Bahwa Kompetensi Dan Integritas Tidak Bisa Berdiri Sendiri-sendiri, Karena Kompetensi Tanpa Dibarengi Integritas Bagai Pelita Di Tangan Pencuri, Sedangkan Integritas Tanpa Kompetensi Bagai Pelita Di Tangan Bayi. Untuk Itu, Sunarto Menegaskan Kompetensi Dan Integritas Harus Inheren.

      Wkma Bidang Non Yudisial Ini Mengatakan Bahwa Terdapat Dua Masalah Utama Yang Terdapat Di Lingkungan Pemerintahan, Pertama Masalah Kultur Negatif Sebagian Aparatur Sipil Negara (asn) Yang Senang Menempuh Jalan Pintas, Misalnya Ingin Kaya Namun Tidak Ingin Kerja Keras Namun Melakukan Kkn (korupsi, Kolusi Dan Nepotisme). Kedua, Kultur Asn Yang Melakukan Pekerjaan Tanpa Perencanaan Sehingga Pekerjaan Tersebut Terksesan Asal Tanpa Memikirkan Kualitas Pekerjaannya.

      dalam Kesempatan Yang Sama, Sunarto Menerangkan Bahwa Untuk Mengatasi Dua Masalah Utama Di Atas Terdapat Paling Tidak Delapan Strategi. Strategi Pertama Mengubah Mindset Dari Dilayani Menjai Melayani, Kedua Upaya Harmonisasi Regulasi, Ketiga Penyempurnaan Standard Operating Procedure (sop), Keempat Para Pimpinan Lembaga Harus Memiliki Komitmen Yang Kuat Dan Mengenal Dengan Cermat Proses Lelang Jabatan Strategis Di Lingkungan Masing-masing Sehingga Terpilih Pimpinan Yang Layak Menjadi Role Model Dan Harus Bisa Diteladani, Kelima Rekrutmen Yang Transparan Dan Akuntabel, Keenam Adanya Pembinaan Yang Berkelanjutan, Ketujuh Pelunya Para Pimpinan Lembaga Mempertimbangkan Masalah Integritas Dalam Mempromosikan Asn Dan Tidak Hanya Memperhatikan Kinerja, Dan Kedelapan Penguatan Law Enforcement Dengan Prinsip Zero Tolerance For All Violence. Pimpinan Tidak Boleh Memberikan Toleransi Kepada Apparatur Manapun Yang Tidak Berkompetensi Dan Tidak Berintegritas, Namun Pimpinan Harus Memberikan Reward Kepada Aparatur Yang Berprestasi, Berintegritas Dan Berkompetensi. Reward Dan Punishment Harus Seimbang. Kata Sunarto.

      Turut Hadir Dan Memberikan Sambutan Yaitu Duta Besar Uni Eropa Untuk Indonesia Dan Brunai Darussalam, Vincent Guerrend, Dan Plt Kepala Perwakilan Undp Indonesia Criptophe Bahuet. Selain Itu Mentri Pan Rb, Komjen Pol (purn). Drs. Syafruddin, M.si, Kepala Bkn, Kepala Taspen Dan Lain-lain Turut Hadir Dalam Acara Diskus Panel Yang Dimoderatori Oleh Ira Kusno Ini. Sekretaris Mahkamah Agung, A.s Pudjoharsoyo, Direktur Utama Taspen Iqbal Latanro, Dan Head Of Corporate Human Capital Triputra Group, Immanuel Adi Pakaryanto Hadir Sebagai Narasumber Panel Ini.

      hasil Pertemuan Hari Ini Yang Merupakan Bagian Dari Exit Strategy Proyek Sustain Diharapkan Dapat Memberikan Arahan-arahan Untuk Keberlangsungan Hasil-hasil Yang Sudah Dicapai Selama Kerjasama Proyek Sustain Dengan Ma Dari Tahun 2015 Hingga Pertengahan 2019.(azh/rs)